Dedy's posts with tag: mawlid nabi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mawlid nabi
MusicKeutamaan Salawat (khususnya Dalailul Khayrat)Apr 26, '08 7:51 AM
for everyone
disampaikan oleh Mawlana Syaikh Nazim 'Adil Al Haqqani, Sulthanul Awliya', saat kunjungan beliau ke Indonesia, Mei 2001. Disampaikan saat kunjungan beliau ke Pekalongan, ke Pesantren At-Tahiriyah, di mana ada tradisi pembacaan Dalailul Khayrat setiap ba'da Asar, yang telah berlangsung selama 150 tahun.

Penerjemah: Kyai Haji Mustafa Mas'ud
msn-indonesia-042901-ShTaher theBle   

Pembacaan Salawat berjama'ah di Masjid Bank Indonesia, Jakarta Indonesia
26 Agustus 2007.

Dihadiri oleh Mawlana Syaikh Hisham Kabbani, Syaikh Husain Syihab, Syaikh Mustafa Mas'ud, dan ribuan jamaah.


082607-Jakarta-bank of Indonesia -Salawat.wmv (57.2 MB)

VideoSami Yusuf - Al Mu'allimMar 26, '08 3:22 PM
for everyone
Dedicated for the commemoration and celebration of the birthday, Migration day, and Passing away day of the Greatest Mu'allim/Teacher ever living in this world, Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam.

Ya Habiibii, Yaa Sayyidii, Yaa Rasulii, Yaa Muhammad,
Sholatullah wa salaamuhu 'alayka, Yaa Qurrata 'Ayni!

Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallim

======================================================

Al-Mu'allim

We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,

Oh Allah we’ve shamed ourselves
We’ve strayed from Al-Mu'allim,
Surely we’ve wronged ourselves
What will we say in front him?

Oh Mu'allim...

Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)

Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)

Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)

---

He prayed while others slept
While others ate he’d fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,

His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,

Oh Mu'allim..

Chorus

He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)

Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)

Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)

'Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)

Nuru 'Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)

---

He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,

His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled

Chorus

He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)

Ya Mustafa Ya Imamal Mursalina
(O Chosen One O Imam of the Messengers)

Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One O intercessor of the worlds)


Import.flv (11.2 MB)

Dedicated for the commemoration and celebration of the birthday, Migration day, and Passing away day of the Holy Prophet Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam.

Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallim

==========================

Every day I see the same headlines
Crimes committed in the name of the divine
People committing atrocities in his name
They murder and kidnap with no shame
But did he teach hatred, violence, or bloodshed? No... Oh No

He taught us about human brotherhood
And against prejudice he firmly stoodHe loved children, their hands he’d hold
And taught his followers to respect the old
So would he allow the murder of an innocent child? Oh No...

CHORUS:
Muhammad ya rasulallah
Muhammad ya habiballah
Muhammad ya khalilallah
Muhammad


Muhammad ya rasulallah
Muhammad ya shafi’allah
Muhammad ya bashirallah
Ya rasulallah


Muhammad the light of my eyes
About you they spread many lies
If only they came to realise
Bloodshed you despise


Import.flv (9.6 MB)

Blog EntryAku merindukanmu, wahai Nabiku!Mar 26, '08 9:52 AM
for everyone
karya KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Aku merindukanmu o Muhammadku
Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah
Menatap mataku yang tak berdaya
Sementara tangan-tangan perkasa

Terus mempermainkan kelemahan
Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan
Mencari-cari tangan
Lembuat-wibawamu

Dari dada-dada tipis papan
Terus kudengar suara serutan
Derita mengiris berkepanjangan
Dan kepongahan tingkah meningkah
Telingaku pun kutelengkan
Berharap sesekali mendengar
Merdu-menghibur suaramu

Aku Merindukanmu o. Muhammadku

dari NU Online

ddd
dThumbnaild
ddd
Commemoration of the Birthday of the Holy Prophet Muhammad at Delft, 2006

Diadakan di Cesar Franckstraat. I miss that time, when people can gather to remember their Holy Prophet Muhammad. Time has changed now.

VideoMaqam Durring mawlid Al-HabshiMar 27, '07 6:43 AM
for everyone
Puncak Mawlid Nabi Simthud Durar. The Pinnacle of Commemoration of Prophet's Birthday


Import.flv (14.8 MB)

VideoMawlid A-HabshiMar 27, '07 6:36 AM
for everyone
Part of Mawlid Simthud Durar


Import.flv (19.9 MB)

VideoMawlid Al-Habshi Chapter 1 & 2Mar 27, '07 6:24 AM
for everyone
Mawlid Simthud Durar, Bab 1 dan Bab 2, dibacakan oleh Habib Anis Al-Habsyi, cucu pengarang Habib Ali Al-Habsyi


Import.flv (17.5 MB)

VideoMawlid Al-Habshi Opening QosidaMar 27, '07 6:17 AM
for everyone
Qasida pembukaan Mawlid Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam "Simthud Durar", karya Habib Ali Al-Habshi. Lokasi di Masjid Ar-Riyadh, Surakarta, Indonesia. Acara dipimpin alm. Habib Anis Al-Habshi


Import.flv (14.2 MB)

LinkDEVILS BUDDY - mahalul qiyam maulid Nabi SAWMar 27, '07 6:14 AM
for everyone
Link: http://devilbuddy.multiply.com/video/item/4

Puncak dari Acara Mawlid Nabi Muhammad SAW

VideoMawlid Al-Habshi OpeningMar 27, '07 6:10 AM
for everyone
Pembukaan Mawlid Al-Habshi. Acara mawlid dipimpin Habib Anis al-Habshi (alm.). Lokasi di Masjid ar-Riyadh, Surakarta (Solo), Indonesia


Import.flv (9.6 MB)

VideoOpening Qosida Khaul Habib AliMar 27, '07 6:03 AM
for everyone
Qasidah Pembukaan Mawlid dan Khaul Al-Habshi


Import.flv (16.1 MB)

LinkDEVILS BUDDY - Maulid Nabi Muhammad SAWMar 27, '07 5:52 AM
for everyone
Link: http://devilbuddy.multiply.com/journal/item/30

Ulasan tentang perayaan Mawlid Nabi Muhammad SAW di Jakarta.

ReviewReviewReviewReviewReviewMawlid Nabi itu SunnatullahMar 27, '07 5:48 AM
for everyone
Category:Other
Maulid itu sunatullah
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs dalam
Encyclopedia of Islamic Doctrine Vol.3

Suatu masyarakat hanyalah sebesar tokoh terbesarnya, laki-laki ataupun perempuan. Lantas, bagaimanakah kebesaran suatu masyarakat, bila kebesarannya itu diwariskan dari seorang manusia sempurna yang tak ada tandingannya, yang penciptaannya mendahului yang lainnya. Kepribadiannya tidak sekadar heroik, tidak sekadar hebat—melainkan sangat mengagumkan—sebagaim ana yang tertangkap oleh pikiran manusia yang terbatas, tetapi yang dipujikan oleh Sang Penciptanya sendiri. Allah swt memuji Nabi kita saw dalam sejumlah ayat Alquran yang tak terhitung banyaknya, dan bersumpah dengan akhlaknya yang begitu sempurna. Ia berfirman, “Dan sungguh kamu berakhlak sangat mulia” (68: 4). Nabi saw. sangat terhibur tatkala ia disebutkan dalam Alquran, surah al-Isrâ’, dengan sebutan ‘abd (hamba), “Mahasuci Zat yang memberangkatkan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya.” (17: 1)

Orang mungkin bertanya, “Bagaimana mungkin maulid menjadi bagian dari sunah?” Cobalah ingat kembali hari kebebasan Bani Israil, tanggal 10 Muharam. Pada hari itu Nabi Musa as. menyelamatkan umatnya dari perbudakan Firaun, yang kemudian mati tenggelam. Umat Yahudi di Madinah melihat hari itu sebagai suatu hari istimewa yang layak mereka puasai, sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa as.

Ketika Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah, beliau menemukan umat Yahudi berpuasa pada hari itu. Setelah mencari tahu alasannya, Nabi saw kemudian memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari tersebut dan bersabda, “Kita lebih berhak atas Musa as daripada mereka.” Oleh karena itu, hari kemerdekaan Bani Israil menjadi hari peribadatan bagi muslimin.

Sebagai pengikut Muhammad saw., tidak layakkah kita mengatakan, “Kita lebih berhak dalam memperingati Muhammad saw. daripada umat lain dalam memperingati nabi-nabi mereka?” Oleh karena itu, marilah kita memuji Allah swt pada hari tersebut dan bergembira atas karunia-Nya, sebagaimana Ia perintahkan, “Karena karunia dari Allah dan rahmat-Nya, maka hendaklah mereka bergembira” (10: 58). Perintah ini datang karena kegembiraan membuat hati merasa bersyukur atas karunia Allah swt. Karunia manakah yang diberikan oleh Allah swt kepada umat manusia yang lebih besar daripada Nabi saw. itu sendiri, karena Ia berfirman, “Tidaklah Aku utus engkau kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam” (21: 107). Oleh karena itu, marilah kita mengenang kelahiran Nabi saw yang sangat kita cintai ini dengan penuh kecintaan, kegairahan, semangat dan perasaan yang mendalam, sebagaimana Allah swt juga memperingati kelahiran Nabi Yahya as. tanpa berhenti dalam firmannya, “Maka kedamaian pun diberikan kepadanya, pada hari ia dilahirkan, pada hari ia diwafatkan, dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali nanti” (19: 15). Demikian pula halnya dengan Nabi Isa as., “Maka kedamaian pun diberikan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali nanti” (19: 33). Hal yang sama difirmankan oleh Allah swt dalam Alquran untuk Ismail as., Ishaq as., dan Maryam as. Kita juga menemukan kelahiran lain yang diperingati dalam Alquran, yaitu dalam ayat, “Dalam kesakitan, ibunya mengandungnya, dalam kesakitan pula ia melahirkannya” (46: 15). Dalam tafsirnya, Ibn ‘Abbâs memberikan keterangan bahwa ayat ini menunjuk kepada Abû Bakr al-Shiddîq ra. Lantas, bagaimanakah halnya dengan orang yang kedudukannya lebih tinggi dari mereka, seorang penutup para nabi dan sayid bagi seluruh umat manusia.

Penyebutan atas kelahiran Nabi saw. dalam Alquran begitu halus dan menyentuh, mendekati fenomena alam malakut. Allah swt berfirman, “Sungguh telah datang kepadamu dari Allah, Cahaya dan Alkitab yang begitu terang-benderang” (5: 15). Para penafsir Alquran bersepakat bahwa “cahaya” dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhammad saw., dan kelahirannya merupakan titik balik dari suatu siklus baru dalam sejarah kemanusiaan, yaitu membawa risalah Islam dan Alquran yang mulia.

Alquran menceritakan permohonan Nabi Isa as atas nama para pengikutnya, yaitu tatkala ia mengatakan, “Ya Allah, kirimkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan kami makan. Hal itu akan menjadi perayaan bagi orang yang pertama dan yang terakhir dari kami” (5: 114). Perayaan tersebut diadakan untuk menghormati hidangan dari langit yang penuh dengan makanan dari surga berupa tujuh tumpukan-roti dan tujuh ikan, sebagaimana disebutkan dalam tafsir-dengan- riwayat mengenai ayat tersebut. Hanya untuk satu hidangan, perayaan diadakan. Lantas, bagaimanakah untuk kedatangan seseorang kepada umat manusia yang melayani bukan untuk memenuhi kebutuhan duniawinya, tetapi dikirim oleh Allah swt sebagai pemberi syafaat bagi seluruh umat? Tidak layakkah bila hari ini dijadikan sebagai hari untuk mengadakan peringatan tahunan?

Allah swt juga menyebutkan dalam Alquran, bagaimana Dia mengumpulkan ruh para nabi sebelum mereka diciptakan secara fisik, “Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi dengan mengatakan, ‘Aku berikan kepadamu Kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, apakah kamu akan mempercayainya, dan memberikan bantuan kepadanya?’ Ia mengatakan, ‘Apakah kamu akan mengakui dan menerima perjanjian-Ku ini sebagai sesuatu yang mengikat?’ Mereka mengatakan, ‘Kami akan mengakui.’ Ia berkata, ‘Kalau begitu, maka bersaksilah, dan Aku pun bersama kamu akan menjadi saksi.’” (3: 81). Kalau Allah swt saja menyebutkan hari kelahirannya di hadapan ruh-ruh para nabi pada Hari Perjanjian sejak sebelum kehidupan dunia ini, tidak layakkah hari tersebut dijadikan sebagai hari peringatan sebagaimana hari tersebut diperingati dalam Alquran? Apa yang disebutkan oleh Allah swt tentang kelahiran Nabi saw. dalam hadis, yaitu tatkala Ia berkata kepada Adam as., “Bila ia datang pada zamanmu, maka kamu harus mengikutinya.” Bila Allah swt saja mengingatkan kita tentang peristiwa besar ini, patutkah kita mengatakan, “Lupakanlah hari itu?”

Memang, hanya ada dua hari raya dalam Islam, dan tiada yang lain, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri. Masyarakat tak perlu bingung membedakan antara hari raya (‘îd) dan peringatan (dzikrâ). Kelahiran Nabi Muhammad saw. bukanlah hari raya (‘îd), tetapi di hari itu terjadi peristiwa yang mahapenting buat manusia, dengan Cahaya bersamanya, yaitu risalah Islam, yang mengusung kedua hari raya tadi. Lantas, apakah yang dapat kita kenang kembali dari kelahiran Nabi saw.?

Apa yang diketahui tentang kelahiran tersebut? Menurut Ibn Katsîr, dalam kedua kitabnya, al-Bidâyah wa al-Nihâyah dan Dzikrâ Mawlid Rasûl Allâh, “Surga dan semua langit dihiasi, para malaikat berarak terus sambil mengepakkan sayap, istana Kisra bergoncang dan api seribu tahun berhenti menyala.” Semua peristiwa ini terjadi pada malam tepat saat Nabi saw. dilahirkan. Dengan demikian, ini bukanlah suatu ‘îd pada suatu hari tertentu, tetapi merupakan suatu berkah semesta dari Allah swt bagi umat manusia, yang untuk alasan itulah peringatannya perlu dilakukan. Beliau adalah makhluk paling sempurna dan paling dihormati yang diciptakan Allah swt sebagai hambanya. Allah swt tinggikan kedudukannya dengan menyandingkan namanya bersama nama-Nya, mengangkatnya ke langit pada malam Isra Miraj, dan menurunkan kepadanya Alquran yang mulia. Apabila makhluk Allah swt merayakan kedatangan Nabi saw. pada hari kelahirannya, lantas bagaimana halnya dengan kita, padahal bagi kita kelahirannya merupakan suatu karunia terbesar, dan melalui dirinyalah kita mendapatkan anugerah Islam? Bukankah sungguh tidak masuk akal apabila kita mengatakan, “Kita tidak boleh merayakan hari tersebut,” sementara seluruh isi langit dan seluruh makhluk merayakannya dengan penuh kebahagiaan?

Imam al-Fakhr al-Râzî mengatakan, “Keutamaan Nabi saw. merupakan suatu anugerah bagi semua umat manusia. Allah swt telah memberi kehormatan kepada bangsa Arab dengan dirinya dan mengangkat kedudukan mereka karena jasa Nabi saw., dari bangsa Badui penggembala ternak, mereka menjadi pemimpin yang mengurusi bangsa-bangsa. Karena Nabilah, Allah swt membawa mereka dari kejahiliahan ke tingkat kepandaian, kecerahan pikiran dan kepemimpinan. Ia mendudukkan mereka di atas bangsa-bangsa lain, yang jauh lebih baik daripada Yahudi dan Nasrani yang selalu bangga dengan Musa as dan Isa as, serta Taurat dan Injil. Allah swt menjadikan mereka lebih baik dari siapa pun. Artinya, Ia menjadikan bangsa Arab dan kaum muslim untuk merasa bangga dengan nabinya melampaui siapa pun.”

http://pasirmas.net

Bagian pertama dari Sirah Nabi oleh Habib 'Ali, khususnya saat-saat wafatnya Baginda Nabi sallAllahu álayhi wasallam


Video.avi (45.0 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help