Dedy's posts with tag: cinta

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag cinta
Photo AlbumWali Songo (9 photos)May 1, '08 7:11 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sembilan Wali di antara para Awliya' Allah yang berjasa mengIslamkan tanah Jawa dan Nusantara dengan cinta dan adab, lewat Tasawwuf, secara damai.

Mudah-mudahan setiap muslim Indonesia selalu mengingat sejarah ini dan berusaha untuk tetap dekat dengan Awliya', para Kekasih Allah yang telah wafat maupun yang hidup.

Sejarah mereka dapat dibaca di link berikut:
http://nanunguae.multiply.com/journal/item/9/Sepenggal_Cerita_Wali_songo_sembilan_wali

A'lallahu darajaatihim wa nafa'anallahu bi barakaatihim bihurmati man anzalta alayhi suuratul Faatihah!

Photo AlbumAwliya' dan Ulama' (25 photos)May 1, '08 6:41 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sepeninggal Nabi, selalu ada 124.000 Awli'ya (jama' dari Wali) Allah yang mewarisi ilmu dan akhlaq beliau. Sebagaimana Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pernah bersabda, "Al-Ulama' waratsatul Anbiya'", 'Para ulama sejati adalah pewaris para Nabi' [Riwayat Bukhari secara muallaq]. Dalam sabda beliau yang lain, "Ulama-u ummatii ka-anbiya-i min Bani Israail", Ulama sejati dari ummatku adalah seperti Nabi-nabi dari kalangan Bani Israil, maksudnya dalam hal ilmu dan hikmah.

Kewajiban kita untuk mencari mereka, para ulama' dan awliya' kekasih Allah yang sejati ini, dan bergaul dengan mereka, menimba ilmu dan adab serta cinta dari mereka, sebagaimana mereka mendapatkan ilmu, adab, dan cinta dari guru-guru mereka lewat sanad yang tak terputus hinggga dari para sahabat dan dari Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam.

A'lallahu darajaatihim wa nafa'anallahu bi barakaatihim wa 'ilmihim bihurmati man anzalta alayhi suuratul Faatihah!

Photo AlbumAwliyaullah An-Naqshbandiyyin (7 photos)May 1, '08 5:47 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Beberapa lukisan atau foto dari Awliya'ullah (Kekasih Allah) dari Tariqah An-Naqshbandiyyah al-'Aliyyah. Beberapa di antaranya telah wafat. Dan beberapa masih hidup, dan akan menjadi Wazir utama saat datangnya Sayyidina Mahdi nanti, insya Allah.

A'lallahu darajaatihim wa nafa'anallahu bihim. bihurmati man anzalta 'alayhi suuratul Faatihah

MusicKeutamaan Salawat (khususnya Dalailul Khayrat)Apr 26, '08 7:51 AM
for everyone
disampaikan oleh Mawlana Syaikh Nazim 'Adil Al Haqqani, Sulthanul Awliya', saat kunjungan beliau ke Indonesia, Mei 2001. Disampaikan saat kunjungan beliau ke Pekalongan, ke Pesantren At-Tahiriyah, di mana ada tradisi pembacaan Dalailul Khayrat setiap ba'da Asar, yang telah berlangsung selama 150 tahun.

Penerjemah: Kyai Haji Mustafa Mas'ud
msn-indonesia-042901-ShTaher theBle   

VideoNabi dan Awliya' hadir saat Salawat dibacakanApr 25, '08 9:53 PM
for everyone
Petikan Doa dan Suhbat yang disampaikan Mawlana Syaikh Hisham Kabbani selepas pembacaan Salawat Badr dan Madah "Yaa Rasuulallah Salamun 'Alayk".

Lokasi: Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Indonesia
Agustus 2007.

May Allah bless Mawlana Syaikh Hisham Kabbani.

Untuk ceramah lengkapnya silakan lihat ke:
http://sufilive.com/rnd.cfm?m=778&mt=Allah-swt-gave-us-a-way-to-save-ourselves


BankIndonesiaSuhbat_0001.wmv (38.3 MB)

Pembacaan Salawat berjama'ah di Masjid Bank Indonesia, Jakarta Indonesia
26 Agustus 2007.

Dihadiri oleh Mawlana Syaikh Hisham Kabbani, Syaikh Husain Syihab, Syaikh Mustafa Mas'ud, dan ribuan jamaah.


082607-Jakarta-bank of Indonesia -Salawat.wmv (57.2 MB)

Madinah-tun-Nabi

Chorus:
Madinah Madinah
Madinah Madinah
Madinah Madinah
Madinah Madinah

The city of the Prophet where we all like to be

Madinah-tun-Nabi

Chorus

The city that’s bright
Where you’ll become light
Of all worries and burdens
When you set sight your heart will delight
At the wonders of Madinah

Madinah-tun-Nabi

The city so sweet, Madinah-tun-Nabi
My heart is at ease, Madinah-tun-Nabi

Chorus

The city, the people, the street, the markets, the dwellings, everything
Dawn and dusk, morning and night, sunset, every moment
Everything is peace
In Madinah-tun-Nabi
My heart is at ease
In Madinah-tun-Nabi

Chorus

The city of love: Madinah-tun-Nabi
The city from above: Madinah-tun-Nabi
Rejoice every one: Madinah-tun-Nabi

Chorus


Import.flv (8.1 MB)

VideoSami Yusuf - Al Mu'allimMar 26, '08 3:22 PM
for everyone
Dedicated for the commemoration and celebration of the birthday, Migration day, and Passing away day of the Greatest Mu'allim/Teacher ever living in this world, Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam.

Ya Habiibii, Yaa Sayyidii, Yaa Rasulii, Yaa Muhammad,
Sholatullah wa salaamuhu 'alayka, Yaa Qurrata 'Ayni!

Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wasahbihi wasallim

======================================================

Al-Mu'allim

We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,

Oh Allah we’ve shamed ourselves
We’ve strayed from Al-Mu'allim,
Surely we’ve wronged ourselves
What will we say in front him?

Oh Mu'allim...

Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)

Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)

Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)

---

He prayed while others slept
While others ate he’d fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,

His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,

Oh Mu'allim..

Chorus

He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)

Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)

Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)

'Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)

Nuru 'Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)

---

He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,

His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled

Chorus

He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.

Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)

Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)

Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)

Ya Mustafa Ya Imamal Mursalina
(O Chosen One O Imam of the Messengers)

Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One O intercessor of the worlds)


Import.flv (11.2 MB)

Blog EntryAku merindukanmu, wahai Nabiku!Mar 26, '08 9:52 AM
for everyone
karya KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Aku merindukanmu o Muhammadku
Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah
Menatap mataku yang tak berdaya
Sementara tangan-tangan perkasa

Terus mempermainkan kelemahan
Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan
Mencari-cari tangan
Lembuat-wibawamu

Dari dada-dada tipis papan
Terus kudengar suara serutan
Derita mengiris berkepanjangan
Dan kepongahan tingkah meningkah
Telingaku pun kutelengkan
Berharap sesekali mendengar
Merdu-menghibur suaramu

Aku Merindukanmu o. Muhammadku

dari NU Online

VideoFor you, a thousand times more!Feb 23, '08 12:01 AM
for everyone
Sebuah film tentang persahabatan dua sahabat Afghan, sejak masa mereka anak-anak sebelum invasi Sovyet, hingga ketika salah satu dari mereka harus mati di tangan rezim Taliban, mempertahankan amanat keluarga sahabatnya.

Sebuah film tentang kesetiaan dan pengkhianatan karena kepengecutan. Film yang mesti ditonton, setelah sekian lama Hollywood kering akan film-film bermutu.

A must see movie untuk para SuFi (Suka Film).

Petikan kata yang paling berkesan dari Hassan kepada Amir, dan kemudian dari Amir kepada Sohrab, putra Hasan, di akhir film:
"Untukmu aku akan kembali seribu kali!"




PERINGATAN: BUKAN film anak-anak! Walaupun pemeran utamanya adalah anak-anak, khususnya ketika flashback situasi Afghanistan.


Import.flv (4.5 MB)

ReviewReviewReviewReviewReviewPerempuan PerkasaJan 17, '08 9:26 PM
for everyone
Category:Other
Sebuah artikel amat bagus dari Zaim Uchrowi di Republika..

Semoga Allah Ta'ala menjadikan istri dan putri-putri saya mampu meneladani mereka. Aaamiin.

===========================================

Sumber:
http://republika.co.id/kolom_detail.asp?id=320258&kat_id=19

Jumat, 18 Januari 2008

Perempuan Perkasa

Oleh : Zaim Uchrowi

Orang-orang menyebutnya Bu Ali. Seorang perempuan tua, lengkap dengan guratan ketuaan di wajahnya, yang saban hari masih aktif berkeliling menarik kotak Yakult yang dijualnya. Tak ada yang tampak istimewa dari perempuan itu sampai kita mendengar sepenggal kisah dari kehidupannya. Begini;

"Suatu hari, orang-orang ribut. Katanya, ada bayi ditemukan di tempat sampah. Saya dipanggil karena saya dukun pijat bayi. Saya datang. Bayi itu dibungkus dengan kain ulos Batak. Waktu saya buka, masya Allah, bayi itu tidak punya kulit. Jadi bayinya merah daging, dengan di beberapa bagian telah menggembung ...."

Bu Ali membawa pulang bayi itu. Ia sempat membawanya beberapa kali ke klinik. Entah penanganan apa yang diberikan. Yang pasti akhirnya bayi itu tetap kembali ke pangkuan Bu Ali, yang terus berpikir keras menyelamatkan sang bayi. Sebagai alas tidur bayi, ia menyiapkan daun pisang. "Saya takut badannya lengket kalau alasnya kain." Tentu ia harus mencari daun pisang setiap hari, sebagaimana halnya menyiapkan air hangat buat mandi sang bayi.

Tak ada orang lain yang sanggup memandikan bayi itu. Perasaan jijik dan tidak tega bercampur menjadi satu. Para tetangga saban waktu datang ke rumahnya, sekadar untuk melampiaskan rasa ingin tahu, lalu bergidik 'hiii ....' Dengan tangan telanjang Bu Ali mengusap setiap senti daging merah bayi itu. Masih ada semacam kulit tipis di beberapa bagian tubuh bayi itu. Kulit tipis itu mengelupas saat dimandikan. Begitu pula kuku-kuku tangan dan kakinya. Usai memandikan, ia akan mengusap seluruh permukaan tubuh bayi itu dengan minyak zaitun, lalu menjemurnya di sinar matahari.

Getah bening akan keluar dari seluruh permukaan daging itu. Bu Ali akan mengelapnya hingga bersih, sebelum mengusapnya kembali dengan minyak bayi. Bila malam, ia akan mengusapnya dengan semacam talek bayi.

Hari demi hari Bu Ali melakukan itu. Beberapa bulan ketekunannya berbuah. Lapisan kulit tipis menutupi daging itu. Secara berangsur kulit itu menebal menjadi kulit normal yang terang. Dengan segala kekurangannya, Bu Ali merawatnya hingga kini menjadi pemuda yang keren dan jenius. Selangkah lagi bayi buangan tak berkulit itu akan menjadi sarjana dari sebuah universitas negeri.

Bukan kali ini saja Bu Ali mengasuh anak. Ada bayi yang diasuhnya setelah sang ibu diusir dan terpaksa menggelandang di pasar. Ada anak tanggung yang bingung di jalanan karena ditinggal begitu saja oleh pamannya. Anak-anak itu ditampungnya hingga dewasa dan mendapat kerja. Kini Bu Ali harus mengasuh tiga cucunya. Ibu anak itu meninggal setelah lama dirawat di rumah sakit. Ia dihajar suaminya, begitu memergoki sang suami itu berzina di kamarnya sendiri. Bu Ali juga harus pasang badan sendirian menghadapi puluhan warga RT tetangga yang ingin membongkar warung kecil penopang ekonomi keluarganya. Penghasilan suaminya sebagai pekerja di pompa bensin kecil, jauh dari memadai.

Ia memang bukan Tjoet Nya' Dhien, Nyi Ageng Serang, atau Joan D'Arch. Tapi, ia juga seorang perempuan perkasa. Sebuah model keperkasaan yang ditunjukkan secara luar biasa oleh Khadijah. Khadijah, di usianya yang lebih dari setengah abad, pulang balik mendaki Gunung Nur mengantarkan makanan bagi suaminya, Muhammad SAW, berkontemplasi di sana. Ia yang selalu membesarkan hati Nabi, baik saat gamang karena wahyu lama tak turun, maupun saat penistaan dan pengucilannya di Makkah.

Keperkasaan serupa ditunjukkan oleh Ummu Salamah yang dinikahi Nabi setelah Khadijah wafat. Di Hudaibiyah, ketika para sahabat memboikot seruan Nabi karena menolak perjanjian dengan Quraish, Ummu Salamahlah yang menjadi pemberi solusi.

Keluarga, masyarakat, bahkan negara akan berjaya bila perempuannya perkasa. Itu yang diajarkan agama. Keperkasaan perempuan pula yang menjadi salah satu kunci kejayaan bangsa Cina kini. Itu terjadi setelah Mao melarang pemakaian sepatu kecil yang membelenggu kaki perempuan.

Mao juga mendorong para perempuan aktif mengaktualisasi diri, dan bukan untuk bermanja menikmati menjadi penghibur (dan kadang sasaran pelecehan) suami. Figur Khadijah cukup menginspirasi bangsa ini untuk menjadikan para perempuannya perkasa seperti Bu Ali. Itu yang akan menjadikan rumah-rumah tangga, masyarakat, bahkan bangsa berjaya dan bahagia.



VideoWater FountainDec 16, '07 8:50 PM
for everyone


Import.flv (9.1 MB)

Blog EntryLove and SeparationDec 16, '07 8:28 PM
for everyone
LOVE AND SEPARATION 


In the heart, love is a flame, in the spirit a light.

Grief of separation consumes the lover, and yet even in gloomiest hours,

he never despairs of “spring”; journeying from desert to desert

amid bitter tears in ever-constant hope of the union he desires.

 

He weeps from deep within a heart like embers,

always alert and on the move as if chasing a gazelle,

drunk  upon hope of the beloved who eludes him

and whom he finds again in his nightly dreams.

 

Phantoms of anxiety beset his spirit,

on his face now joy shines like sunrise, now sunset gloom;

at times the door is ajar on a far landscape just perceptible,

it’s colors and tones hinting Paradise.

 

A moment comes when despair overwhelms and hope seems unrecoverable,

and then another when dawn breaks in perfumed brightness.

At times he withers like leaves,

melts like candles, and his sobbing is heard from afar.

 

Even then, in never-ending autumn, the root of his desire flowers in hope,

he transforms the grief of separation into longing music,

makes deepest wells of sorrow brim with joy,

celebrating the immortality of Love.

 

In the deep wells of his eyes a meaning settles

from the eternal life and is present in his looks and smile;

his feelings sound the depths of eternity, the flow out

like soil-enriching river floods or fertile winds.

 

Whoever truly loves understands love is everything;

that it may be either fatal poison or elixir of life;

but whoever loves the Truth and pursues the ways to the Eternal Being

knows it as inspiration, as life.

a poem by Fethullah Ghullen 

MusicNostalgic LoveOct 28, '07 11:19 AM
for everyone
Love songs of the Past
Can't We Try Dan Hill Dan Hill 
Dan Hill - I Fall All Over Again   
In Your Eyes Let Me Show You: Greatest Hits & More Dan Hill 
Never Thought Dan Hill Dan Hill 
Sometimes When We Touch Sometimes When We Touch Dan Hill 
Why Do We Always Hurt the Ones We Love Dan Hill Dan Hill 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help