Blog EntryHarapan di Negeri VisiMay 19, '07 1:30 PM
for everyone
Bismillahirrahmanirrahiiim

Di bawah adalah suatu dialog di salah satu milis yang saya ikuti. Mudah-mudahan dapat kita tarik pelajaran, agar kita selalu seimbang dalam memandang suatu masalah. Antara khauf dan raja', antara cemas dan harap. Keduanya harus ada, dan tidak boleh berat sebelah.


786,

Pertama,
Marilah kita melihat setiap permasalahan secara lebih objektif dan rasional, serta tidak emosional. Tidak semua kasus-kasus yang disebutkan dalam tulisan tersebut adalah mimpi kosong. Sebagiannya adalah visi, yang hanya karena kesalahan manajemen fisik maupun qalbu, tidak terealisasi dan menjadi kegagalan.

Mengenai produksi pesawat terbang dan kapal misalnya. Pak Habibie saat itu memiliki visi bahwa Indonesia perlu memiliki alat transportasi dan perhubungan yang murah, yang bisa menghubungkan kota dengan kota lain, baik dalam satu pulau maupun ke pulau yang berbeda. Pesawat yang dibutuhkan dalam hal ini adalah pesawat jarak jangkau pendek dan menengah. Karena itulah IPTN saat itu, memulai dengan C-212, dan dilanjutkan dengan CN-235. Keduanya adalah pesawat dengan kapasitas penumpang kecil, dan jangkauan pendek-menengah, cocok menjangkau kota dalam satu provinsi atau satu pulau. Visi ini hendak dilanjutkan dengan N-250 dan N-270 dengan mesin jet, untuk jangkauan lebih jauh, antar pulau. Sayang, karena krisis proyek ini mesti berhenti.

Artinya, visinya ada, dan baik, serta realistis untuk kondisi geografis Indonesia. Kegagalan terjadi pada mis-management dalam pt IPTN saat itu, misal korupsi internal, pengadaan barang yang kurang efisien (stocking terlalu banyak) dlsb. Dan perlu pula diketahui bahwa industri strategis ataupun infrastruktur semacam industri pesawat terbang dan perkapalan, sangatlah membutuhkan dukungan negara. Ini karena ROI-nya lama, dan private sector kurang mau invest di sini. Ini tidak hanya di Indonesia saja. Di semua negara, yang namanya industri strategis dan infrastruktur, pasti ada komponen pemerintah yg mesti invest dulu di situ. Jepang: dengan JR-nya, Belanda dengan NS-nya, utk perkereatapian.

Kasus Bola Beton untuk penanganan lumpur. Apakah sebenarnya yang menjadi sebab kegagalannya. Sudahkah kita bertabayyun ke pelaksana proyek di lapangan. Apakah tekniknya yang salah? ATaukah karena ketidaksinambungan pelaksanaan solusi itu? Sebelum ada kejelasan, semestinya kita tidak mudah menjatuhkan tuduhan pada siapa pun. Yang jelas, saya kira semua pihak di lapangan telah bekerja keras memecahkan masalah lumpur LAPINDO ini. Dan setiap orang yang pernah mencicipi dunia 'problem-solving' tahu, bahwa seringkali kerja keras tidak cukup. Butuh 'keberuntungan', atau bahasa kita barakah, 'inayah, dan tawfiq pertolongan Allah. Kewajiban kita sebagai manusia, hanyalah berusaha sekuat tenaga, sambil berdoa dan menggantungkan harapan pada Ia Yang Maha Kuasa.

Demikian pula dengan penyumbangan terhadap korban banjir di negara tetangga. Adakah ini salah? Bukankah Nabi kita bersabda, "Man aamana billahi wal yaumil aakhir, fal-yukrim jaarahu" "Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tetangganya". Nabi pun dan para Sahabat beliau seringkali berlapar diri, merelakan makanan mereka untuk disadaqahkan bagi tetangga atau sahabat mereka yang kelaparan. Rupanya Bapak SBY pemimpin kita tengah menerapkan teladan Nabi. Maasya Allah wa Insya Allaah.

Demikian pula studi banding ke LN. Jangan terburu apriori dulu. Bukankah kita pun, mudah sekali mengkritik negeri kita, ketika kita berada di Luar Negeri, ketika kita out-of-the-box? Saat kita di LN, pandangan dan wawasan pun terbuka. Lebih bisa memandang masalah dengan jernih, dan tersadarkan bagaimana bangsa / negara lain dapat memecahkan masalah serupa, serta membuka peluang kerja sama dengan pihak terkait di LN. Berkunjung ke LN adalah implementasi teladan Nabi untuk Silaturahmi, yang menurut kanjeng Nabi adalah memperpanjang umur dan mendatangkan rezeki. Dus, sepanjang kunjungan ke LN tersebut terencana, dan dilakukan dengan budget yang cukup dan hemat serta transparan, mengapa tidak?

Mengirim pasukan ke LN, sepanjang rasional dan dengan anggaran yang terencana mengapa tidak? Seringkali kita mengeluh bahwa Amerika Serikat atau negara-negara Eropa dan lain-lain, menginjak martabat kita ketika mereka mengirimkan pasukannya ke negeri-negeri muslim. Mengapa justru Indonesia dan Malaysia berinisiatif mengirimkan pasukannya sebagai penjaga perdamaian (bukan occupier), kita tidak bisa mengapresiasinya sebagai usaha seorang saudara mendamaikan krisis di saudara lainnya?

"Innamal Mu'minuuna ikhwah. Fa-ashlihuu bayna akhwaykum wattaqullaha la'allakum turhamuun"

[49:10] Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Saya bukan tidak setuju dengan keluhan teman-teman akan masalah korupsi dan kebobrokan moral di negeri kita. Namun, obyektiflah. Jangan semua kasus digeneralisasi untuk mendukung tesis kita, tanpa mencoba melihat dari sudut pandang yang lain.


Kedua,
Tegaknya suatu negara, ada empat pilar, katanya:
Keadilan pemimpin, kejujuran pengusaha/businessman, pengamalan lurus ilmu para ulama/scholar, dan doa orang awam.

Di sisi lain, Allah berfirman tentang pesan Ya'qub bagi anak-anaknya, "Walaa tay-asuu min rauhillaah. Innaahuu laa yay-asuu min rauhillah illa l-qaumil kaafirrin"

[12:87] "...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

Allah berfirman pula dalam Hadits Qudsi
"Ana 'Indaa Zhannii 'abdi bii"
"Aku bergantung pada persangkaan hamba-Ku tentang-Ku"

Dus, sebagai orang awam, marilah kita berhenti men-ternak-kan [ini istilah salah seorang Wali di Surabaya] pikiran-pikiran dan prasangka buruk dan kotor dalam hati kita. Mari kita perbanyak doa kebaikan agar Allah menunjuki jalan terbaik bagi pemimpin2 kita dalam memimpin negeri kita.

Mari memulai mengubah negeri kita, dengan mengubah diri kita sendiri. Mari mengejawantahkan nilai-nilai Salat dan Dzikir yang kita dawamkan tiap hari dan tiap minggu itu, dengan mem-vibrasi-kan energi keoptimisan pada diri kita, pada keluarga kita, dan pada ummat sekeliling kita.

"Innallaha laa yughayiiruu maa bi-qawmin hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim"

[13:11] "Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

Mari ubah diri kita masing-masing. Mari berhenti mengeluh. Ubah keluhan itu menjadi harapan untuk memecahkan tantangan itu. Dan tularkan semangat itu pada siapa-siapa yang berada dalam tanggung jawab kita masing-masing. Tidak sekedar semangat, namun dalam aksi dan tindakan nyata menolong dan membantu saudara kita di sana dengan apa pun yang bisa kita sumbangkan: tenaga, buku, jurnal, uang, online tutorial, dlsb.

Insya Allah, saya yakin kok, Allah itu cinta banget sama ummat Islam di Indonesia. Lha, kalau orang studi S1, S2, S3, makin dhuwur, kan makin banyak ujiannya. Deshoo?

Jangan patah semangat. Berusaha keras dan berdoa khusyu', serta berharap tawakkal, suatu saat Allah akan menjadikan negeri dan ummat di Indonesia, sebagai ummat yang bahagia dunia akhirat, penuh cinta dan kasih sayang.

Dus, Indonesia bukan Republik Mimpi, tapi Republik Visi. Insya Allah

Wallahu A'lam bissawab

Dedy van Delft


--- In NU-Nihon@yahoogroups.com, kholid sholeh wrote:
>
> Mimpi-mimpi Aneh di Negri Mimpi
>
> Banyak mimpi aneh di negri kita yang membuat kita menjadi bangsa pemimpi dan sebentar lagi kita mungkin akan menjadi bangsa yang halusinasif seperti orang yang ketagihan narkoba.dan justru banyak pejabat negara kita yang yang ikut membangun mimpi kosong tersebut.
>
> Dengarlah apa kata mas wimpie dibawah ini:
> Di Zaman Soeharto, mobil Korea tiba-tiba diganti nama jadi Timor, dan disebut mobil nasional.Sangat beda dengan Malaysia yang boleh berbangga dengan mobil nasional yang diandalkan,Proton, yang sudah diekspor ke Indonesia juga.
>
> Ketika pemerintah masa lalu memproduksi pesawat terbang, itu sebenarnya sebuah mimpi besar yang sulit dimengerti, sepeda motor saja belum mampu, tiba-tiba pesawat terbang.Kenyataanny a walaupun pesawat dapat diproduksi, ternyata hanya sebatas ditukar beras ketan oleh Thailand .Artinya walaupun kita mempunyai ahli pesawat terbang, bukan berarti kita mampu menjadi produsen yang diminati negara lain.
>
> Kini cara penanganan Lumpur Lapindo yang telah setahun menyengsarakan rakyat merupakan sebuah mimpi.Membangaun tanggul dan memasukan ratusan bola beton merupakan tindakan sia-sia karena sumbernya tetap ada.Sementara itu,rakyat semakin sengsara karena selain hak miliknya lenyap,mereka hidup dipengungsian dengan makanan basi dan tanpa harapan yang jelas.Pernyataan yang muncul,mengapa tidak sejak awal meminta bantuan negara lain yang menguasai iptek?
> Wajar bila muncul keraguan ataupun ketakutan terhadap rencana pembengunan tenaga nuklir yang pernah disampaikan di media. Mengatasi sampah dan Lumpur saja tidak mampu, bagaimana kalau ada masalah dengan nuklir?
>
> Dalam keadaan rakyat kelaparan di beberapa daerah, gedung sekolah ambruk dibanyak tempat,korban flu burung dan demam berdarah beranjak naik, terasa aneh dan menjengkelkan tiba-tiba kita menyumbang negara lain yang sedang mengalami musibah ( Ingat SBY pernah menyumbang korban banjir di Sabah Malaysia )
>
> Dalam keadaan sangat banyak orang tidak mampu membayar uang sekolah ketingkat lanjut,para wakil rakyat plesiran ke luar negri atas nama studi banding.Mestinya, kalau ingin keluar negri pakailah uang sendiri atau tunggulah kalau ada yang mengundang kesana.Kita semua tahu utang negri ini masih segunung dan kita sangat bergantung kepada bantuan luar negri.
>
> Sementara itu pemerintah tidak mampu mengatasi kekacauan di beberapa daerah yang penuh genangan darah sesama bangsa dengan gagah kita mengirim pasukan kenegara lain yang sedang konflik,berbagai masalah keterbelakangan didalam negri tidak pernah diselesaikan dengan baik dan rakyat tetap saja dalam keterpurukan.
>
> Kita bangga menyebut diri sebagai bangsa religius dangan banyak tempat ibadah yang megah, di sisi lain korupsi semakin mengerikan,pembunuh an terus terjadi,kekerasan dalam rumah tangga merajalela,perusaka n terhadap milik orang lain terjadi setiap saat dan kita biarkan TKW kita dijadikan objek kekerasan seksual di luar negri.Sangat jelas itu semua bukan perilaku religius.
>
> Inilah sebagian kecil contoh kontradiksi yang terjadi di Republik mimpi .Dalam keadaan begini,siapapun akan sulit menjawab dari mana akan mulai memperbaiki bangsa yang terpuruk ini.
>
> Moralitas Semakin menakutkan
> Semakin lama moralitas bangsa semakin menakutkan.Kerusaka n moral sudah menembus dinding dunia pendidikan kita.Tidak masuk akan sehat segerombolan murid SLTA merusak gedung sekolah mereka karena ada guru yang sangat ketat mengawasi pelaksanaan ujian nasional.
> Sulit dicerna akal sehat manusia normal,kekerasan zaman purba yang dibiarkan berlangsung sekian lama di kampus IPDN sampai menelan banyak nyawa.
>
> Juga sangat mengerikan guru SLTA sengaja memberikan nilai fiktif dan bagus kepada muridnya agar diterima di universitas tanpa seleksi masuk(PMDK). Itu sudah menjadi rahasia umum di banyak kota.Karena itu banyak mahasiswa yang masuk universitas melalui jalaur PMDK, ternyata jauh dibawah mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi.Ternyata jalur PMDK dilalui dengan rekayasa oleh guru dengan menambah nilai rapornya. Dengan begitu,nilai rapor yang sudah ditambah itu tidak sesuai dengan prestasi sehari-hari.
>
> Kalau ketidak jujuran sudah tumbuh subur dalam dunia pendidikan kita, habislah sudah harapan menjadi bangsa yang lebih maju.Bukankah melalui pendidikan,sebuah generasi baru bangsa dilahirkan?Bukankah pendidikan laksana fondasi sebuah bangunan yuang bernama bangsa?
>
> Kita mancintai negri ini tetapi bukan berarti juga mencintai ketidak benaran yang ada. Termasuk perilaku yang menjijikan dan kebijakan banyak pejabat yang tidak benar.Saat ini saya yakin tidak satupun dapat menjawab, kapan republic ini tidak lagi menjadi "Republik Mimpi"
>
>

sultanhaidar wrote on May 19, '07
Sejauh yang telah sy baca, sampai saat ini saya sependapat apa yang ditulis Mas Dedy di atas. Btw, sy mau baca lebih seksama, tapi "wow.... silau sekali". (just an opinion, apa mata saya yang kurang terawat)...Salam kenal Mas.
Wassalaam.
dedyhbw wrote on May 20, '07
terima kasih atas masukannya, Mas. Saya memang cari-cari warna yang cocok. Barusan saya ganti. Mudah2an sekarang mudah untuk dibaca.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help